Contoh Makalah Penulisan Proposal Skripsi



A.     Pengantar
        Kemahiran dalam menulis proposal penilitian atau kegiatan akademik lainnya merupakan merupakan salah satu tuntutan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa indonesia  sebagai insan terpelajar. Maka dari itu, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan berbagai yang membantu mereka untuk memahami pengertian proposal akademik beserta kelengkapannya, temasuk surat resmi untuk permohonan izin penelitian. Kegiatan utama pembelajaran adalah penulisan proposal lengkap yang mengcakup penyusunan buram, penyunting dan penyempurnaan.
B.      Pengertian Proposal Penelitian
 Kata proposal dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai rencana yang dituangkan       dalam bentuk rancangan kerja, misalnya, proposal proyek itu belum disetujui oleh pemimpin proyek. Dalam basaan ini, usulan untuk difokuskan pada proposal penelitian yang merupakan salah stu langkah konkret pada tahap awal penelitian dianggap sebagai proses/langkah awal untuk melaksanakan penelitia,dalam arti ia akan menjadi pedoman dalam melaksanakan penelitian selanjutnya.
Sebagai salah satu proses, penelitian memerlukan tahapan – tahapan tertentu disebut sebagai suatu siklus.
v  Pemilihan masalah dan pernyataan hipotetis ( jioka ada );
v  Pembuatan desain penelitian;
v  Pengumpulan data ;
v  Interprestasi hasil ( Maria S.W.Soemardjono,1997:1-2 ).

Proposal penelitian merupakan rencana kerja dari suatu kegiatan penelitian tentang fenomena dalam satu bidang ilmu, rencana kerja tersebut disajikan berdasarkan urutan yang logis. Proposal penelitian pada dasarnya adalah rencana penelitian yang menggambarkan secara ilmiah hal-hal yang akan  diteliti dan cara penelitian itu dilaksanakan (Sudjana, 2000: 30). Pengertian yang senada dikemukakan oleh prasetya, dkk ( 1999: 5 ) menyatakan bahwa proposal penelitian atau yang sering dikenal dengan istilah  “usulan penelitian” merupakan dokumen perencanaan sebuah penelitian yang akan dilaksanakan.
Proposal penelitian perlu disusun sebelum penelitian dilaksanakan untuk : (a) memberikan arah kepada peneliti berkaitan dengan pelaksanaan penelitian, dan (b) memudahkan berkomunikasi dalam proses bimbingan (khususnya bagi mahasiswa yang akan menulis karya akhir dalam bentuk tesisatau disertasi (suharjhono, 1999: 1). Komponen komponen yang perlu dimasukkan dalam sebuah proposal agar berpariasi tergantungh pada jenis penelitian yang akan digarap.

C.       Sistematika Proposal Penelitian
Secara garis besar, bentuk dan isi proposal yang digunakan pada penulisanadlah sebagai berikut : (a) judul penelitian, (b) bidang ilmu, (c) pendahuluan, (d) perumusan masalah, (e) tinjauan pustaka, (f) tujuan penelitian, (g) kontribusi penelitian (mamfat penelitian), (h) metode penelitian, (i) jadwal pelaksanaan, (j) personali penelitian, (k) perkiraan biaya penelitian, dan (l) daftar pustaka serta (m) daftar riwayat hidup (bila diperlukan). Pendahuluan meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan mamfat penelitian, serta sistematika penulisan. Tinjauan pustaka berisi: teori-teori yang digunakan dalam penelitian dan kerangka pikir. Metode penelitian meliputi: variabel dan desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, depenisi opersional penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
 Usulan penelitian pada umumnya memuat (a) judul, (b) latar belakang, (c) tujuan penelitian, (d) tinjauan penelitian, (e) landasan teori, (f) hipotetis (jika ada), (g) metode penelitian, (h) jadwal kegiatan, dan (i) daftar pustaka. Sstematika proposal penelitian akan diuraikan sebagai berikut ini.

1.     Membuat Judul dan Subjudul   
Kalimat judul dan subjudul harus singkat dan padat seta tetap mencakup semua konsep yang hendak diteliti, termasuk juga lokasi penelitiannya.
Judul penelitian hendaknya dibuat singkat, jelas, menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dan tidak memberi peluang bagi penafsirannya/intreperetsi yang bermacam-macam. Disamping itu, bahasa yang digunakan hendaknya bahasa ilmiah yang memenuhi standar tertentu dan mudah dipahami orang lain. Bahasa yang dipakai dalam menulis judul bukan berupa kalimat melainkan kelompok kata.
2.     Bidang Ilmu
Bidang  ilmu yang dmaksud disini adalah yang akan diteliti.
3.    Pendahuluan
Hamidi (2004 : 203) mengemukakan latar belakang permasalahan suatu penelitian diawali dengan:
v Ungkapan tetang fenomena sosial yang  hendak diteliti.
v Beberapa penelitian sejenis  terdahulu yang pernah dilakukan.
v Apa yang belum diketahui atau yang diteliti penasaran ingin mengetahui dari penomena yang       telah dipaparkan .
v Pentingnya atau signifikansi atau urgensi sesuatu yang belum diketahui tersebut untuk diteliti.
v Mengemukakan kata-kata kunci.
Latar belakang berisi pemasalahan, mamfaat penelitian. Dalam permasalahan diuraikan masalah yang menarik minat dan mendesak untuk diteliti. Peneliti juga harus memberikan kontribusi/mamfaat bagi kepentingan masyarakat (segu praktis) dan segi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,dan seni (ifteks)atau segi teoretis. Peneliti harus asli, artinya masalah yang dipilih belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya atau harus dinyatakan dengan tegas bahwa pada aspek tertentu penelitian itu belum pernah dikaji secara mendalam.
   Hal-hal yang dimuat dalam latar belakang antara lain: (1) penalaran formal teoretis, (2) fakta emperi yang sifatnya kusus atau fenomena tertentu, kenyataan berupa hambatan untuk mencapai suatu target keberhasilan (kesenjangan antara kenyataan dan harapan), (3) upaya upaya  untuk mencapai untuk mencapai yang optimal, (4) begitu pula perlu dijelaskan dijelaskan dekriptif dan analisis, hakikat kedudukan dan kepentingan operasional masalah yang akan diteliti, (5) spesipikasi penelitian. Sehubungan dengan hal ini perlu diungkapkan  spesipikasi penelitian yang dilakukan berbeda dengan penelitian yang pernah dilakukan orang lain.
          Dalam arti penelitian yang dilakukan memperkuat ataqu memperkuat atau mendukung teori, menolak teori, atau membuat teori baru, dan (6) alasan mendasar dalam hal pemilihan lokasi, setting , dan sasaran.

4.     Perumusan masalah
Perumusan masalah misalnya berbentuk suatu pernyataan, ada be5rapa pedoman yang dapat digunakan dalam merumuskan masalah, yakni :
v Masalah dirumuskan dengan kalimat tanya yang padat dan jelas
v Rumusanya harus memberikan petunjuk kemungkinan pengumpulan data yang dibutuhkan
v Dalam rumusan masalah tersebut juga harus dicamtumkan batasan masalah yang jelas, dan
v Rumusan masalah menunjukkan hubungan yang ada antara peubah maupun operasional (wasito, 1995)
Rusependi (1994: 1995: 14) menguraikan bahwa masalah yang baik adalah: pertama, rumusan itu didukung oleh latar belakang masalah dan oleh penjelasan mengenai pentingnya masalah itu untuk diteliti. Kedua, rumusan masalah itu memuat variabel-pariabel yang menjadi perhatian peneliti dan kaitanya satu sama lain yang dihubungannya dengan apa-apa yang akan dicari. Ketiga, rumusan itu memberikan alasan atau defenisi sebagai variabel yang berkaitan baik secara langsung atau tidak langsung.
Adapun masalah yang layak dijadikan pokok penelitian agar efektif dan efesien apabila: (1) baru, hangat dan aktual, dan masih berlangsung, (2) bernilai pratis dari segi biaya,waktu,  tenaga dan pikiran , (3) berada dalam batas kemampuan peneliti, baik kemampuan akademis, tempat, saran dan prasarana, biaya, waktu dan tenaga, maupun pengadaan data, (4) tidak mengundang kekuatan politik apabila diteliti: kebijakan pemerintah, undang-undang, adat istiadat masyarakat, (5) mempunyai sponsor atau untuk kepentinga suatu karya ilmiah, harus ada pembimbing peneliti terhadap masalah tersebut.
Teknik perumusan masalah penelitian, yakni: (1) masalah yang dijadikan pokok penelitian harus dirumuskan secara jelas dan operasional sehingga tampak ruang lingkup/batasan-batasanya, (2) membatasi ruanglingkup masalah, (3) formasi rumusan masalah dapat berupa penyataan atau dapat pula berupa pertayaan, (4) petayaan peneliti harus merujuk pada tujuan penelitian, yakni: menidentifikasi, mendeskrifsi dan mengategorikan serta generalisasi atau evaluasi komponen yang diteliti, (5) pertayaan peneliti berfungsi menjelaskan atau menjawab hal-hal yang akan diupayakan dengan penelitian, (6) sifat pertanyaan ada yang bersifat fokus pada proses, varian dan ada yang berfokus pada hasil/produk. Produk biasanya ditemukan pada penelitian kualitatif
.
5.     Tujuan Penelitian    
Tujuan penelitian adalah penjabaran tentang pengujian hipotetis atau penjelasan/gambaran hakikat emperis dari fenomena yang akan diteliti.
v Tujuan harus dirumuskan secara jelas operasional.
v Tujuan harus memberi arah yang tepat bagi peneliti tentang sasaran yang dituju.
v Tujuan harus mencerminkan masalah dari segi variabel yang diteliti sehingga memungkinkan terpecahnya masalah secara tuntas (ali, 1985: 75).
Tujuan penelitian hendaknya dikemukakan dengan jelas dan tegas. oleh karena itu, antara masalah, tujuan, dan simpulan yang ditarik dari hasil penelitian harus sejalan (sinkron). Jika masalah yang dikemukakan  empat hal, maka tujuan juga harus dirumuskan dalam hal empat pula juga. Melalui pengujian hipotetis (jika ada) terhadap keempat masalah/tujuan tersebut akan diperoleh simpulan yang meliputi keempat hal pula. Kriteria merumuskan tujuan penelitian: (1) tujuan harus dinyatakan secara jelas dan operasional, misalnya mengidentifikasi, mendeskripsi, mengungkap, menemukan, menganalisis, mengevaluasi, dan sebagainya, (2) tujuan harus diarahkan pada masalah yang diteliti, (3) memberi arah yang tepat bagi peneliti tentang saran yang dituju, (4) harus menceminkan analisis masalah dari segi variabel yang diteliti. 
6.     Kontribusi Penelitian (Mamfaat Peneliti)
Kontribusi penelitian berisi uraian secara singkat dan jelas tentang jawaban apa atau kontribusi terhadap  pengembangan bidang itu, dan/atau untuk mengembangkan institusi. Mamfaat hasil penelitian ini berfungsi sebagai arahan/masukan bahan pertimbangan kearah perbaikan/penyempurnaan atau kepada penelitian lanjutan. Bahan aran tersebut ditujukan kepada pejabat/penentu kebijakan yang terkait dalam menetapkan kebijakan yang berhubungan dengan hasil penelitian atau meninjaklanjuti hasil penelitian tersebut.
Mamfaat penelitian ada dua, yakni: (1) teoretis, yaitu pengembangan teori yang berkaitan dengan masalah penelitian (misalnya: teori linguistik, pendidikan dan pengajaran bahasa, sastra, dan sebagainya), (2) praktis, untuk kepentingan siswa/mahasiswa, guru, masyarakat, lembaga terkait (misalnya: perbaikan pendidikan, peningkatan mutu, dan sebagainya).
7.       Tijauan Pustaka
Menurut Prasetya, dkk., tinjauan pustaka merupakan bagian yang paling penting dari sebuah proposal atau laporan penelitian karena pada bab ini diungkapkan pemikiran atau teori-teori yang melandasi dilakukannya penelitian. Tijauan pustaka ini berkaitan dengan masalah yang diajukan atau yang diuraikan yang menjurus pada penyusunan hipotesis atau fenomena yang akan dijelaskan ditambah alasan mengapa fakta imperis hipotesis tersebut dijabarkan. Hal ini penting artinya dalam memberikan justifikasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian serta mengarahkan pendekatan atau metode yang digunakan.
Tinjauan pustaka berisi uraian sistematis tentang berbagai informasi yang dikumpulkan dari sumber bacaan  referensi, dan data emperik yang ada hubungannya dan menunjang penelitian. Kejujuran akademik yang diwujudkan melalui etika pengutipan dan pengujian sumber informasi mengharuskan peneliti  untuk menuliskan sumber referensi yang diperoleh. Disini juga dituntut kritis tarhadap informasi yang diperoleh, sehingga informasi yang dijadikan rujukan yang benar-benar relevan dengan masalah yang diteliti, dan tidak asal kutip.
Landasan teorinsebagai tinjauan pustaka sekurang-kurangnya mengandung tiga hal pokok: (1) seperangkat proposisiyang berisi konstruk atau konsep yang sudah didefinisikan dan saling berhubungan, (2) penjelasan hubungan antara variabel sehingga menghasilkan pandangan sistematismengenai penomena yang digambarkan oleh varibel-variabelnya, dan (3) penjelasan mengenai penomena dengan cara menghubungkan variabel dengan variabel lain dan bagaimana hubungan antar variabel itu. Landasan teori dijabarkan dan disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan akan merupakan suatu kerangka yang mendasari pemecahan masalah serta untuk merumuskan hipotetis (jika ada).
8.       Hipotetis (jika ada)   
Hipotetis dirumuskan berdasarkan landasan teori atau berdasarkan tinjauan pustaka. Tidaklah tepat apabila ada pandangan bahwa penelitian harus memuat hipotetis. Pandangan itu diakibatkan oleh adanya persepsi yang menganggap bahwa suatu penelitian tampa hipotetis tidak bersifat ilmiah. Kesalahpahaman ini dapat dihindari dengan memahami sifat penelitian yang berbeda. Misalnya, kalau penelitian bertujuan memahami penomena-penomena sosial, budaya, dan pendidikan maka hipotetis dapat diganti dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian. Masalah atau pertanyaan penelitian seperti inilah yang harus dijadikan panduan oleh peneliti. Hipotetis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenarannya. Ciri hipotetis yang baik adalah (1) menyuatkan hubungan, (2) sesuai dengan fakta, (3) berhubungan deb=ngan dinamika ipteks, (4) dapat diuji, (5) sederhana, dan (6) menerangkan hubungan fakta dan dapat dikaitkan dengan teknik pengujiannya.  
Jenis-jenis hipotetis, yakni: (1) hipotetis berdasarkan kategori,rumusanya: (a) hipotetis nihil (Ho): hipotetis yang menyatakan tidak ada hubungan atau pengaruh variabel dengan variabel lain, (b) hipotetis altenatif: hipotetis meyatakan hubungan ada hubungan antara atau ada pengaruh antara variabel dengan variabel lain, (2) hipotetis berdasarkan sifat variabel yang akan diuji, rumusannya: (a) hipotetis tentang hubungan: hipotetis tentang hubungan antara dua  variabel atau lebih, yang terdiri atas hubungan sejajar  tidak timbal balik (misalnya<hubungan antara kemampuan fisika dengan matematika),hubungan sejajar timbal balik (misalnya, hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran usaha), hubungan sebab akibat, tetapi timbal balik (misalnya, hubungan antara waktu proses belajar mengajar dengan kejenuhan mahasiswa), (b) hipotesis tentang perbedaan yaitu hipotetis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda (mendasar) pada penelitian komparatif dan eksperimen. Contoh (1) ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah dan tanya jawab dan metode diskusi (penelitian eksperimen), (2) ada perbedaan perstasi belajar siswa SMA antara yang berada dikota dan didesa (penelitian kopetatif), (3) hipotetis berdasarkan keluasan atau lingkup variabel yang diuji, rumusanya: (a) hipotetis mayor, yaitu hipotetis mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh subjek penelitian. Contoh: antara hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tuadengan prestasi belajar siswa SMA, (b) hipotetis minor, yaitu hipotetis yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub dari hipotetis mayor (jabaran dari hipotetis mayor). Contoh (1) ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajer siswa SMA, (2) ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA.
9.       Metode Penelitian
Metode penelitian ini berisi tentang metode yang digunakan dalam penelitian itu. Metode-metode tersebut, meliputi: (a) jenis penelitian, (b) variabel penelitian, (c) desai penelitian, (d) polusi dan sampel, (e) instrumen penelitian, (f) teknik pengumpulan data dan (g) teknik analisis data (amir,2000: 4-5).
Metode penelitian juga dapat berisi tentang bahan atau materi penelitian, alat/instrumen, jalannya penelitian, variabel serta data yang dikumpul,dan analisis hasil dibedakan antara sumber data yang diperoleh langsung dari responden/ informan (data primer) dan data yang diperoleh secara langsung, misalnya arsip, dokumen, dan sejenisnya (data sekunder).
Beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatihan dalam proses penelitian diantara seperti dibawah ini.
a.     Memilih pendekatan
b.     Menentukan variabel
c.     Instrumen
d.     Langkah-langkah penelitian
e.     simpulan
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori skripsi dengan judul Contoh Makalah Penulisan Proposal Skripsi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ichaltecnik.blogspot.com/2012/11/makalah-penulisan-proposal.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: ichal pratama - Monday, November 5, 2012

Belum ada komentar untuk "Contoh Makalah Penulisan Proposal Skripsi"

Post a Comment